Jakarta, CNBC Indonesia – Pandemi Covid-19 disbeut Kepala Badan Ketahanan Bertabur, Kementan Agung Hendriadi, memberikan tantangan tersendiri bagi pengelolaan ketahanan bertabur Indonesia. Dimana di masa PSBB, sistem distribusi mengalami gangguan jadi diperlukan intervensi, selain itu menurunnya daya beli membuat terganggunya peresapan produksi pangan petani serta terjadinya perubahan transaksi menuju sistem online.

Selain itu, di dalam upaya mendorong pertanian di periode Kementan juga terus mendorong klub untuk mengkonsumsi pangan lokal untuk membantu petani dalam negeri mengikuti memotivasi petani untuk terus bercocok tanam yang bisa memberi tanggungan bagi pemenuhan kebutuhan pangan Nusantara.

Selengkapnya saksikan dialog Aline Wiratmaja dengan Kepala Lembaga Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian Istimewa Hendriadi dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 18/09/2020)