Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin mantap untuk menyelenggarakan integrasi BUMN yang berfokus di pembiayaan untuk sektor ultra mikro. Pertimbangannya adalah untuk mempertemukan sumber pendanaan yang sesuai dengan watak pembiayaan yang disalurkan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bisnis pembiayaan yang dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM dan PT Pegadaian (Persero) zaman ini masih bergantung pada pembiayaan jangka panjang yang memiliki beban tinggi. Sedangkan pembiayaan justru diberikan kepada nasabah kecil.

“PNM bisnis modelnya sangat cakap, tapi pendanaan sangat mahal oleh karena itu ga fair kalau membantu korporasi besar murah tapi ultra mikro mahal. Tapi ini bukan lengah PNM tapi makanya sinergikan dengan BRI. Kalau ke luar menyelang bunganya 9%, tapi ke BRI bisa 3% jadi kan hemat 3%. Ini kenapa kita sinergikan pegadaian dan PMN, ” introduksi Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/11/2020).


Hal ini sejalan dengan rancangan kementerian buat membagi pasar yang lebih istimewa untuk bank-bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini ditugaskan untuk memperbesar porsi pembiayaan untuk sektor ultra mikro.

Hingga akhir September 2020 lalu porsi portofolio kredit UMKM di BRI mencapai 80, 65% dari total nilai September 2020 yang mencapai Rp 935, 35 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menyebutkan rencana pengembangan BRI ke depan akan berfokus dalam pembiayaan segmen ultra mikro. Secara arah ini, maka BRI mengincar porsi pembiayaan UMKM bisa terangkat ke 85%.

Bagian unbankable memang belum banyak digarap oleh BRI selama ini. Segmen ini terdiri dari bagian, termasuk productive poor yang diyakini memiliki pangsa pasar sangat besar, namun hanya sangat sedikit bank dengan bermain. Segmen ini sudah bertambah dulu dipegang oleh Pegadaian serta PNM.

Direktur Usaha Mikro BRI Supari, mengatakan BRI harus menemukan sumber pertumbuhan dengan baru. Untuk itu, BRI berangkat masuk ke segmen ultra mikro dalam 2 bulan terakhir.

“Dalam 2 bulan kita sudah kasih ultra mikro Rp 5, 5T dengan customer bertambah dari 700 ribu nasabah, ” kata dia beberapa waktu morat-marit.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)