Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) terkoreksi pada introduksi perdagangan Kamis (3/9/2020), mengacuhkan bahan tenaga kerja yang menunjukkan berkurangnya tingkat pengangguran baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average tertekan 11 poin (-0, 04%) pukul 08: 30 waktu setempat (20: 30 WIB) dan 30 menit kemudian bertambah jadi 101 poin (+0, 35%) ke 29. 003, 4. Nasdaq anjlok 1, 9% ke 11. 818, 3 dan S& P 500 merosot 34 poin (-0, 9%) ke 3. 547, 77.

Koreksi terjadi menyusul aksi jual saham-saham unggulan di sektor teknologi. Saham Apple anjlok lebih dari 2% diikuti saham Microsoft, Facebook, Amazon, Alphabet dan Netflix yang kompak tertekan lebih dari 1%.


Pelemahan tersebut terjadi setelah pada Rabu Dow Jones melompat 454 poin, atau 1, 6% sehingga membawa indeks tersebut melampaui angka 29. 000 yang merupakan pertama kali sejak Februari (sebelum pandemi). Indeks S& P 500 dan Nasdaq kemarin juga mencetak rekor.

“Kita tidak ingin melihat kejatuhan pasar terjadi sekarang, dan tak perlu mencetak rekor tertinggi baru untuk tumbuh tiap hari demi menjaga gaya penguatan tetap hidup, ” kata Frank Cappelleri, Direktur Eksekutif Instinet, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International .

Departemen Tenaga Kerja merilis update jumlah warga AS yang mengajukan tumpuan pengangguran untuk pertama kali, nama lain terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebanyak 881. 000 pada pasar terakhir Agustus.

Ini lebih baik lantaran ekspektasi pasar. Ekonom dalam polling Dow Jones mengekspektasikan angka permintaan baru bakal mencapai 950. 000 pekan lalu, atau berkurang dipadankan dengan posisi sepekan sebelumnya yang melebihi angka 1 juta orang.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)