Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC  Indonesia – Harga komoditas tembaga akhirnya melampaui US$ 10. 000 per ton pada  Kamis (29/4) untuk baru kalinya sejak Februari 2011 atau 10 tahun final. Hal ini didongkrak adanya permintaan yang kuat sejak China dan dolar yang lemah, seperti dikutip sejak AFP .

Selama itu tembaga banyak dipakai sebab industri, dan menjadi indikator  membaiknya ekonomi dunia. Kehormatan tembaga telah naik bertambah dari seperempat sejak pokok 2021 karena ekonomi global mulai ada tanda-tanda muncul dari  pandemi Covid-19 biar di beberapa negara urusan Covid-19 masih tinggi kaya di India.

Pada 13. 15 GMT,   Kamis (29/4) pada London Metal Exchange (LME), harga tembaga tercatat US$ 9. 963 per ton, tergelincir dari rekor tertinggi yang hampir melampaui golongan tertinggi yang pernah berlaku pada 15 Februari 2011 yaitu US$ 10. 190 per ton.


Pada Maret  2020 harga tembaga malah pernah drop hanya  US$ 4. 371 bohlam ton akibat  pandemi menganjurkan pukulan besar bagi perekonomian di banyak negara.

Analis Commerzbank  Daniel Briesemann  mengatakan harga tembaga yang lebih tinggi masih bisa berlanjut karena tembaga akan memainkan peran utama dalam strategi dekarbonisasi jangka panjang.

Sementara itu analis lain dari  Marex Spectron  Anna Stablum  mengatakan penguatan harga tembaga ini “didukung oleh pelemahan dolar”.

Dolar tergelincir 2, 5% kepada sekeranjang mata uang di bulan April, karena pembeli dengan mata uang asing yang meningkat terhadap greenback.

Sedangkan Neil Wilson dari Markets. com berpendapat kenaikan harga tembaga ini akibat dari kenaikan permintaan, terutama dari pasar China yang menyedot lebih dari setengah produksi tembaga di dunia, dan pula ada masalah pasokan sejak pemasok tembaga global pertama dari  Chili.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)