Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah akan menerjunkan aparat Kepolisian dan Tentara  Nasional Indonesia (TNI) di rangka mendorong kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan atau disebut sebagai operasi yustisi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan, pemerintah akan menggelar operasi yustisi di lingkungan masyarakat, yang rencananya akan berlangsung minggu depan. Operasi yustisi yang berjalan minggu depan, akan dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Dari Satgas [Satuan Tugas] Covid-19 & PEN, akan mendorong operasi yustisi, di mana Kepolisian dan TNI akan meningkatkan disiplin masyarakat di dalam satu minggu ke depan di Jabodetabek, ” jelas Airlangga pada konferensi virtual, Jumat (11/9/2020).



Sebelumnya, saat melakukan konferensi pers di Kantor BNPB, Airlangga juga mengatakan, operasi yustisi yang membawabawa Polri dan TNI tersebut bakal dilakukan hingga masuk ke perkantoran.

“Dan ini sebetulnya sudah dirapatkan juga dalam komite yang melibatkan Wakapolri, Wakasad, jadi ini akan terus dijalankan dalam perkantoran, ” jelas Airlangga, Kamis (10/9/2020).

Menurut Airlangga, pekerja di kantor pemerintah langgeng berjalan. Namun disesuaikan dengan susunan yang diterbitkan oleh KemenPAN-RB.

Dengan adanya operasi yustisi ini, Airlangga berharap masyarakat mampu menerapkan kebijakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan, menjaga jaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Pekerja pada kantor pemerintah tetap berjalan pantas dengan peraturan yang diterbitkan sebab KemenPAN-RB sehingga pemerintah mengatur kurun WFH dan WFO, dan tentunya untuk pekerja perkantoran tetap disiapkan flexible working. Nanti tentu bagian akan ditentukan, ” katanya.

“Sehingga apa yang udah diatur dalam kedisiplinan ini mampu ditaati masyarakat, ” jelas Airlangga.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)