Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC  Indonesia – PT. Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan mendukung penuh upaya pelestarian adat lokal menjadi produk UMKM yang Go Modern dan Go Digital. Sehingga produk tersebut mampu menjadi ciri khas daerah dan banyak dikenal orang, sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan bagi warga kira-kira.

Seperti yang dikerjakan oleh Mitra Binaan Pertamina, yaitu Aya Sofia. Pemilik usaha Kinday Limpuar Sasirangan yang berbasis pada Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini terkira baru memulai usaha. Namun, pengetahuan dan keahliannya dalam mengolah kain Sasirangan sudah tidak perlu diragukan lagi. “Saya sudah punya kejuruan menjahit dan menggambar. Akhirnya tahun 2017 mulai tertarik dan mendalam memulai usaha ini, ” perkataan Sofia.

Keahlian tersebut langsung diterapkan untuk memproduksi kain Sasirangan. Motif kain etnik daripada suku Banjar ini mempunyai dasar jelujur atau garis-garis vertikal dari atas ke bawah yang memanjang. Benda-benda alam di Kalimantan Daksina menjadi landasan gambar motif itu. “Tiap motif dapat dipakai sebab seluruh masyarakat tanpa ada memperlawankan dan pelanggaran terhadap adat istiadat Suku Banjar, ” imbuhnya.


Sofia bercerita, Sasirangan tunggal berasal dari kata Bahasa Dukuh, yaitu sirang yang berarti menjelujur. Motifnya dibuat dengan jahitan secara teknik jelujur. Kemudian jelujur ditarik atau disisit agar pewarna tidak masuk dalam pola. “Inilah individualitas kain Sasirangan, motif didapat sejak kain yang tidak terkena pewarnaan, ” jelas Sofia.

Setelah itu barulah masuk metode finishing. Kain diwarna 2-3 kala, lalu dibilas dan dijemur. Kain pun siap dipajang dan digunakan untuk berbagai macam mode fashion. Sofia mematok harga produk tiba dari kisaran Rp 100 seperseribu hingga paling mahal Rp 800 ribu. “Harga jual produk berbeda tergantung jenis kain. Ada kain katun, sutra, dan primissima. Kesusahan motif, ada motif klasik dan motif modern. Serta pewarnaan, menggunakan pewarna alam dan sintetis, ” jelas Sofia.

Secara patokan harga tersebut, Sofia berkecukupan memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut membantu produksinya. Setidaknya terdapat 2 karyawan tetap, dan 5 pekerja lepas yang ikut membantunya sehari-hari. Mereka merupakan tetangga sekitar sendi Sofia di mana mayoritas adalah para ibu rumah tangga.

Dalam hal pemasaran, penguasaan penjualan produk Sasirangan miliknya telah cukup luas. Baik di kira-kira wilayah Kalimantan Selatan sendiri, maupun berbagai wilayah di Indonesia. Jalan yang dipakai juga cukup beraneka macam. Mulai dari pemasaran dari mulut ke mulut hingga beberapa upaya Go Digital lewat media sosial @sasirangankindaylimpuar. Terutama semenjak menjadi mitra binaan Pertamina. Produk karyanya bahkan dikenal orang.

“Sejak menjadi binaan Pertamina pada tahun 2018. Kinday Limpuar Sasirangan mulai dikenal, semakin banyak kenalan dan relasi yang ditemui. Modal pinjaman dapat dimanfaatkan secara optimal. Saya sangat berterima berkelakar kepada Pertamina atas bantuan tersebut, ” tuturnya.

Sofia berharap, di bawah binaan Pertamina, bisnis yang digeluti bisa tetap berkembang. Terutama targetnya adalah biar Go Global. Mengenalkan budaya Kalimantan yakni kain Sasirangan ke kanca internasional. Dengan begitu, dapat turut mengangkat budaya Indonesia lebih penuh dikenal bangsa lain.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi kiprah yang dilakukan Sofia. Menurutnya, lupa satu tujuan UMKM adalah menciptakan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi dari tingkat yang paling mungil. “Konsep usaha berbasis sociopreneur itu dapat membantu upaya pemerintah pada mengentaskan kemiskinan yang ada pada Indonesia dan menjadi pahlawan ekonomi, ” ujar Heppy.

Pertamina juga akan membantu UMKM untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri melalui kurang tahapan. Seperti membantu dapat pengurusan izin usaha atau sertifikat lain sehingga UMKM dapat naik kelas dan mandiri. “Ini sebagai pelaksanaan Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu bangsa mendapat pekerjaan yang layak serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, ” tutup Heppy.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)