Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 6 orang simpulan atas dugaan suap yang terjadi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu).

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo mengungkapkan pihaknya saat ini sudah membuat tim gabungan untuk membilang ulang potensi penerimaan pajak dari tiga perusahaan wajib pajak yang terlibat di dalam kasus suap ini.

“Tiga wajib retribusi sedang dilaksukan pemeriksaan. Nanti akan kita kumpulkan informasinya. Apakah ada hak negeri yang masih berhak saya kumpulkan dari tiga WP ini, ” jelas Suryo dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/5/2021).


Tiga WP yang terlibat dalam kasus sangkaan korupsi tersebut adalah PT Jhonlin Baratama, PT Bank PAN Indonesia, dan PT Gunung Madu Plantations. Ketiganya terbukti memberikan suap terhadap pejabat DJP, Angin Prayitno Aji (APA) dan Dadan Ramdani (DR).

APA diketahui memiliki jabatan sebagai Direktur Pemeriksaan dan Penagihan di dalam Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019. Sementara DR merupakan Kepala Subdirektorat Kerjasama serta Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak.

Pada kesempatan yang pas, Inspektur Kemenkeu Sumiyati membaca tim gabungan dibentuk sebab pihaknya tersebut melibatkan pejabat fungsional pemeriksa pajak dibanding DJP dan unsur kepatuhan internal dari Kemenkeu.

“DJP dan ana di Kemenkeu mengupayakan awak gabungan yang secara beramai-ramai memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani masalah ini. Kalau memang nanti benar negara bisa dihitung, maka WP wajib bayar serta ada langkah-langkah berdasar keyakinan perpajakan, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumiayati menjelaskan, Kemenkeu akan melaksanakan upaya untuk mengumpulkan sebesar barang bukti yang diduga hilang. Pemeriksaan tersebut dikerjakan dengan berbasis sistem fakta, prosedur, dan teknik pemeriksaan yang berlaku di Kemenkeu.

“Kami dalam Kemenkeu konsentrasi pada perkara ini, sehingga kemenkeu, serupa DJP berupaya perbaikan langsung dilakukan dengan reformasi fiskal. Tak hanya itu, akan tetapi pada SDM, sistem, dan budayanya terus diperbaiki dari waktu ke waktu, ” kata Sumiyati melanjutkan.

Berikut ini merupakan daftar 6 tersangka KPK:

a. APA (Angin Prayitno Aji) Direktur Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019.

b. DR (Dadan Ramdani) Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Pertolongan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak.

c. RAR (Ryan Ahmad Ronas) Konsultan Pajak.

d. AIM (Aulia Imran Maghribi) Konsultan Pajak.

e. VL (Veronika Lindawati) Kuasa Wajib Pajak, dan

f. AS (Agus Susetyo) Konsultan Pajak.

[Gambas:Video CNBC]
(yun/yun)