Jakarta, CNBC Indonesia – Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech memunculkan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir di Dunia. Data awal uji klinis vaksin ini menunjukkan 92% efektif menyimpan pengguna dari Covid-19. Ternyata dalam balik vaksin ini adalah bagian suami istri (pasutri) berdarah Turki.

Mereka adalah Ugur Sahin dan Oezlem Teruci. Ke-2 merupakan petinggi perusahaan farmasi Jerman BioNTech. Ugur Sahin merupakan chief executive officer (CEO) perusahaan serta Oezlem Teruci sebagai chief medical officer.

Keduanya kini masuk daftar 100 orang terkaya di Jerman, pada mana valuasi BioNTeh mencapai US$21 miliar, yang sahamnya meroket karena hasil awal uji klinis vaksin Covid-19 yang luar biasa.


Ayah Ugur Sahin lahir di kota Iskenderun di Turki dan pindah ke Jerman Barat pada usia 4 tahun. Ayahnya merupakan buruh migran di suatu pabrik Ford di Cologne. Adapun ibu Oezlem Teruci seorang tabib yang lahir di Istanbul Turki yang kemudian bermigrasi ke Jerman.

Pasutri ini prima kali bertemu ketika sedang merintis karir sebagai ilmuwan dan lalu menikah, seperti dikutip dari Sky News, Kamis (12/11/2020).

Pada 2008 silam pasutri ini mendirikan BioNTech. Tujuan awalnya memproduksi imunoterapi kanker, salah satu terapi memperbaiki sistem imun sehingga berharta melawan sel kanker.

Ambisi ini membuat BioNTech dilirik oleh lembaga philantropis milik Bill Gates, pendiri Microsoft. Bill and Melinda Gates Foundation berinvestasi miliar dolar AS pada perusahaan itu.