Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC  Indonesia – Otoritas Kebaikan Keuangan (OJK) bekerjasama dengan asosiasi dan berbagai stakeholder termasuk di industri fintech untuk membangun data center fintech (FDC).

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta mengatakan tujuan pendirian FDC ini untuk memeriksa para debitur dalam mengakses pembiayaan dari para penyelenggara teknologi financial peer-to-peer lending (fintech lending).

Tris mengatakan para debitur sejatinya diperbolehkan mengakses pembiayaan dari banyak penyelenggaraan fintech. Dengan catatan, profil keterampilan bayar debitur tersebut pantas dengan ketentuan yang benar.


“Sepanjang debitur itu layak yang memperoleh pinjaman tidak urusan, namun yang sering terjadi tidak sesuai dengan kemampuannya, besar pasak dari dasar, ” kata Tris  laksana dikutip dari detik. com, Sabtu (1/5/2021).

Dia mendongengkan pernah menemukan satu nasabah yang mengakses pinjaman lantaran 10 platform berbeda dalam satu kesempatan.

Melalui FDC, dikatakan Tris, nantinya para penyelenggaraan fintech bisa mendapatkan data bahan nasabah yang sedang mengajukan pembiayaan dalam status padahal mencicil dari platform lain atau tidak.

“Kami bersama asosiasi membentuk fintech data center, tersebut adalah informasi seperti perbankan. Misalnya Tris Yulianta bersetuju pinjam maka sudah ada datanya, dan scoring-nya seperti apa, ” ungkapnya.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)