Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar modal diperkirakan akan bereaksi negatif imbas daripada penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyeluruh untuk dengan kedua kalinya.

Chief of Marketing Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi memperkirakan pasar saham bisa turun dan beberapa bagian diperkirakan memerah, ai antaranya emiten perbankan, ritel, hingga jalan tol.

“Yang pertama bank, NPL pasti naik. Retail benar terkena imbas. Jalan tol, Jasamarga sepi lagi, ” katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Rabu (9/9/2020).



Meski ada beberapa saham dengan turun, namun dia menyebut ada beberapa saham yang tahan banting. Di antaranya adalah saham-saham dengan berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari serupa Unilever hingga perusahaan farmasi.

“Yang selamat juga itu Telkom kemudian perusahaan menara telekomunikasi, ” tegasnya.

Selanjutnya, menanggapi hal itu Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian menyebut bahwa bisa dipastikan kemajuan ekonomi Indonesia negatif. “W Shaped recovery, sudah confirm resesi Nusantara, ” ujarnya singkat.

Senada dengan Fakhrul, Head of Equity Capital Market PT samuel International, Harry Su juga menuturkan hal yang sama. Dia mengecap ekonomi Indonesia akan mengalami penurunan.

“Tentu nya status ekonomi dan market akan mendarat, Tapi jika tidak, Covid-19 juga akan memaksa ekonomi untuk melambat, ” tegasnya.

Informasi saja, Pemerintah Daerah DKI Jakarta kembali memberlakukan PSSB mulai 14 September 2020 serta akan menutup kegiatan perkantoran. Kejadian itu setelah melihat perkembangan kejadian covid-19 DKI Jakarta dan dukungan fasilitas rumah sakit yang sudah dianggap darurat.

“Dalam rapat disimpulkan bahwa kita mau menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa pokok pandemi dulu. Bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus mengabulkan PSBB sebagaimana masa awal dulu, ” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Praja Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dia mengatakan bila tak ada kebijakan darurat di Jakarta, oleh karena itu efeknya akan menyebabkan kematian karena Covid-19 akan tinggi di Jakarta.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)