Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta,   CNBC  Indonesia –  Ind eks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada pe rdagangan pasar ini  melesat kencang  3 , 80 % dan ditutup di level 5 . 783 , 33. Indeks tuangan pasar modal Tanah Air sedang mampu terbang melanjutkan reli semasa lima pekan berturut-turut.

Sentimen positif memang sedang membanjiri pasar modal baik pasar modal pada negeri maupun pasar modal ijmal mulai dari dalam negeri dimana Bank Indonesia baru saja memangkas suku bunga acuan ke kelas terendah sepanjang masa yakni 3, 75%.

Selanjutnya sentimen ijmal datang dari empat vaksin corona yang disebut-sebut memiliki efektivitas mematok 90% serta Presiden Amerika Serikat saat ini Donald Trump dengan sudah mengijinkan proses transisi terhadap Presiden Terpilih, Joe Biden.


Tak hanya dari dalam negeri, pasar uang saham global juga ikut berpesta pora dengan adanya sentimen tersebut, berikut perbandingan return berbagai instrumen investasi selama sebulan terakhir.

Terpantau dengan jelas bahwa aset-aset beresiko seperti saham baik pada Indonesia (IHSG) maupun di pasar uang saham acuan global Amerika Konsorsium (DJIA) berhasil terbang masing-masing 12, 77% dan 12, 88%.

Sedangkan pembetulan parah terpaksa dibukukan oleh aset-aset lindung nilai seperti emas serta perak yang terpaksa anjlok berat masing-masing 5, 55% dan 3, 95%. Seiring dengan anjloknya emas di pasar spot, emas Antam juga terpaksa merosot sebesar 5, 42% selama sebulan terakhir.

Sebagai  aset yang tidak produktif karena tidak memberikan imbal hasil berupa dividen atau bon seperti pada saham dan obligasi, emas hanya akan memberikan capital gain dari selisih pergerakan harga yang sangat ditentukan oleh anutan para pelaku pasar.

Oleh karena itu aurum memiliki  opportunity cost . Apabila biaya peluangnya murah, maka emas akan diminati. Namun apabila naik emas hendak cenderung ditinggalkan.

Saat ini opportunity cost memegang emas sangatlah tinggi mengingat reli bursa saham akibat vaksin nCov-19. Hal ini terjadi karena jikalau roda ekonomi berputar kembali setelah vaksinasi massal, maka instrumen investasi yang paling diuntungkan adalah bagian dimana laba perusahaan akan kembali meningkat dan memberikan return yang baik kepada para investor.

Maka daripada itu pula instrumen investasi yang paling dirugikan adalah emas yang merupakan investasi lindung nilai alias safe haven dimana apabila prospek investasi saham turun maka investor mengubah asetnya ke emas, begitu juga sebaliknya ketika prospek saham terang, tak ayal harga Logam Pelit ambruk.

Sedangkan alat perlengkapan investasi lain seperti Obligasi selalu berhasil terapresiasi meskipun hanya terpatok yakni 2, 79% seiring dengan arus masuk modal asing yang masuk ke pasar modal sebulan terakhir sebanyak Rp 7, 15 triliun hanya di pasar bagian saja.

Arus masuk dana asing yang jumbo ini juga berhasil mengerek nilai rupiah sehingga instrumen investasi dolar terpaksa terkoreksi. Tercatat lupa uang garuda berhasil menang melawan Greenback sebanyak 3, 58% kamar ini.

Reli bursa saham baik ijmal maupun di Indonesia sendiri diprediksikan akan terus berlanjut mengingat lazimnya bulan Desember lekat dengan fenomena Santa Claus Rally atau window dressing .

Kedua fenomena tersebut terjadi biasanya sebab para manajer investasi (MI) mencari jalan menghijaukan portofolio dengan cara menjajakan saham-saham yang merugi dan menggantinya secara bersamaan ke saham-saham dengan berpotensi untung dalam jangka hina sehingga saham-saham tersebut berhasil menghijau. Hal ini dilakukan agar kemampuan portofolio mereka terlihat cantik zaman akhir tahun.

Meskipun sepertinya di bulan terakhir tahun ini kenaikan tidak akan setinggi bulan November, bakal tetapi investor wajar saja apabila berekspektasi nantinya bulan Natalan tersebut IHSG masih mampu menghijau.

TIM RISET CNBC NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(trp/roy)