Jakarta, CNBC Indonesia – Singapura menjadi negara dengan mencatatkan peningkatan nilai ekspor tertinggi ke Indonesia sepanjang Oktober 2020. Pada bulan lalu, peningkatan impor  Indonesia dari Singapura tercatat sejumlah US$ 87, 5 juta.

Dengan peningkatan ini, oleh karena itu total impor dari Singapura ke Indonesia mencapai US$ 706, 5 juta. Sedangkan pada September berarakan tercatat US$ 619 juta.

“Negara asal impor Singapura terjadi peningkatan sebesar US$ 87, 5 juta, ” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Kebaikan, Setianto secara virtual, Senin (16/11/2020).


Secara total Januari-Oktober 2020, total impor yang berpangkal dari Singapura menjadi US$ enam, 73 miliar. Nilai ini mendarat dibandingkan periode yang sama tarikh sebelumnya yang tercatat US$ tujuh, 76 miliar.

Namun, sayangnya ada barang-barang yang semestinya tak diimpor daripada Singapura seperti minyak atsiri. Semasa Indonesia salah satu produsen patra atsiri terbesar di dunia, bila ada impor dari Singapura oleh karena itu sangat ‘ajaib’.

Selain itu, Indonesia juga impor tukul dan baja dari Negeri Merlion  tersebut, di sisi lain beberapa tahun terakhir industri baja nasional banyak yang tak terserap pasar karena derasnya baja impor.

Berikut 10 barang memasukkan Singapura yang masuk ke MENODAI di Oktober 2020:

1. Mesin dan perlengkapan elektrik US$ 156, 48 juta
2. Mesin dan perlengkapan mekanis US$ 173, 95 juta
3. Plastik dan barang dibanding plastik US$ 81, 87 juta
4. Bahan kimia organik US$ 44, 82 juta
5. Logam mulia, perhiasan/permata US$ 62, 53 juta
enam. minyak atsiri, kosmetik US$ 16, 35 juta
7. Bervariasi produk kimia US$ 20, 95 juta
8. Perangkat optik, fotografi, sinema US$ 20, 13 juta
9. Barang sejak besi dan baja US$ 10, 04 juta
10. Besi dan baja US$ 9, 47 juta.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)