Jakarta, CNBC  Indonesia – Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kesibukan manusia, termasuk cara bertransaksi. Untuk turut memutus mata rantai penyaluran virus melalui uang tunai, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menggunakan gaya pembayaran cashless (non-tunai).

Selain produk kartu debit & kartu kredit, PT Bank Negeri Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sudah memiliki kartu uang elektronik atau biasa disebut TapCash sebagai alternatif pembayaran. Masyarakat tidak perlu menjadi nasabah untuk dapat menggunakan BNI TapCash.

Demikian penjelasan Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies di Jakarta, Jumat (20/11/2020).


Corina mengatakan bahwa TapCash bisa didapatkan di toko retail mitra BNI kaya Alfamart, Indomaret, Circle K, official store TapCash di e-Commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Dinomarket atau di vending machine yang tersebar di area transportasi. Maka Oktober 2020, BNI sudah membuat hampir 8 juta Kartu TapCash di seluruh Indonesia.

“Berbagai transaksi seperti membayar bayaran kendaraan umum, jalan tol, parkir, berwisata, hingga berbelanja di kecil market serta merchant-merchant lain dengan telah bekerja sama dengan BNI, bisa dilakukan dengan TapCash. TapCash dapat menggantikan fungsi uang tunai sehingga transaksi dapat berlangsung secara lebih mudah dan aman, ” ujar Corina.

Foto: Pengunjung sebuah cafe medium bertransaksi menggunakan kartu BNI TapCash di Jakarta, (Jumat, 20 November 2020). Untuk turut memutus sembrono rantai penyebaran virus Covid-19, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menggunakan kaidah pembayaran cashless. Selama pandemi Covid-19, transaksi top up BNI TapCash telah mencapai 3, 5 juta transaksi atau tumbuh 19, 7 % secara year on year per Oktober 2020 (Dok: BNI)

Demi memberikan bertambah banyak kemudahan bagi penggunanya, BNI terus memperluas akseptasi TapCash ke seluruh pelosok negeri seperti Daerah, Padang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado hingga Papua. Akseptasi TapCash di pelosok akan memudahkan penerapan salah satu protokol kesehatan yaitu pembayaran non-tunai di lokasi-lokasi wisata.

Corina menambahkan, perluasan akseptasi pembicaraan tentunya harus diimbangi dengan pengembangan akseptasi isi ulang (top-up). Pengguna dapat melakukan isi ulang mencuaikan e-channel BNI, e-Wallet seperti LinkAja dan Gopay, serta e-Commerce sesuai Shopee, Bukalapak, dan Blibli. Apalagi, TapCash juga telah dapat diisi ulang melalui aplikasi Jenius. ”

“Segala kemudahan tersebut berhasil meningkatkan bisnis TapCash khususnya pada jumlah transaksi. Jumlah transaksi top up sampai dengan Oktober 2020 terdapat lebih dari 3, 5 juta transaksi dimana total tersebut meningkat sebesar 19, 7% secara year on year (yoy). Selain itu, masyarakat dapat pelajaran info lengkap seputar TapCash cara akseptasi isi ulang, belanja, beragam desain, hingga berbagai program promo dapat dilihat di website TapCash. id, ” tutup Corina.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)