Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik pada perdagangan Kamis (17/12/2020), menyambut perkembangan vaksin & harapan cairnya stimulus sebelum tutup tahun.

Ruang Dow Jones Industrial Average beranjak 137 poin (+0, 45%) di pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 30 menit kemudian menjadi 132, 1 poin (+0, 44%) ke 30. 286, 68. S& P 500 naik 14, 6 poin (+0, 39%) ke 3. 715, 78 dan Nasdaq tumbuh 61, 9 poin (+0, 49%) ke 12. 720, 1.

Indeks sektor utilitas & sektor material menjadi yang berkinerja terbaik di indeks S& P 500, masing-masing meroket lebih dari 1%. Saham Apple juga melonjak lebih dari 1% dan menjadi pendorong utama indeks Dow Jones.


Kongres telah mencapai kesepakatan stimulus senilai US$ 900 miliar yang tercatat bantuan langsung tunai (BLT). Tetapi, paket stimulus tersebut belum menancapkan bantuan untuk pelaku bisnis & pemerintahan lokal-dua pemicu perbedaan Kelompok Demokrat dan Partai Republik.

“Kami masih dekat dan kita akan menuju ke sana, ” tutur Kepala Mayoritas Senat Mitch McConnell sama dengan dikutip CNBC International. “Kami membuat urat yang kuat untuk memuluskan bulevar paket bantuan pandemi yang bisa mendapat persetujuan kedua belah pihak. ”

Stimulus kian mendesak setelah keterangan klaim tunjangan pengangguran mingguan membuktikan ada 855. 000 pengangguran segar pekan lalu, menjadi level dengan tertinggi sejak September. Ekonom memperkirakan angkanya hanya akan mencapai 808. 000.

Sementara itu, Departemen Perdagangan melaporkan angka penjualan ritel anjlok 1, 1% pada November, atau lebih buruk dari proyeksi ekonom di polling Dow Jones yang memperhitungkan angka 0, 3%.

Saat ini, peristiwa Covid-19 di AS telah meningkat rata-rata 215. 729 setiap harinya dalam sepekan terakhir. Pada Rabu saja ada 247. 000 urusan baru. Hal ini mendorong pemberlakuan pembatasan sosial di beberapa negeri bagian.

Kesepakatan stimulus sebesar itu mau “cukup besar untuk membantu menjembatani gap ekonomi ke sisi lain industri yang terpukul paling berpenat-penat oleh pandemi dan usaha mungil lainnya, mengingat pandemi bisa berakhir secepatnya di kuartal II-2021, ” tutur Tom Essaye, pendiri The Sevens Report sebagaimana dikutip CNBC International .

Penguatan tersebut terjadi di tengah sentimen positif penetapan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) dengan tetap di level 0% hingga 0, 25%. Federal Reserve (The Fed) juga menyiapkan dana US$ 120 miliar per bulan untuk membanjiri pasar dengan likuiditas jika pemulihan ekonomi masih berjalan lambat.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)