Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Kalangan buruh mendesak sejumlah provinsi untuk menaikkan Upah Minimum Pekerja (UMP) 2021 meski batas terakhir penetapan UMP 2021 sudah berakhir 1 November lalu. Pasalnya, sampai saat ini masih ada segelintir daerah yang belum menaikkan UMP, tapi di sisi asing malah menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, asalkan masih ada sejumlah provinsi dengan tidak menaikkan UMP maka kalangan buruh mengancam akan kembali turun ke jalan.

“Yang berlaku aturan pemerintah, bukan SK Kemenaker. Kalau tidak dilakukan, bakal ada aksi lagi, ” kata Said, Senin (23/11/2020).


Said meminta para-para pemimpin daerah tidak menghiraukan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Ketenagakerjaan dalam menetapkan UMP. Pasalnya, penghitungan upah tetap berdasarkan Peraturan Negeri (PP) 78/2015.

“Cara menghitungnya dengan inflasi plus kemajuan ekonomi. Kalau dihitung ini masih plus, ” katanya.

Said lantas menyindir sejumlah daerah yang belum menaikkan UMP. Pasalnya, kata dia, saat ini telah ada beberapa wilayah yang menetapkan untuk mengerek kenaikan UMP pada daerahnya masing-masing.

“Bupati dan Gubernur tidak usah mengikuti SK itu. Sudah terbukti dekat seluruh kabupaten kota sudah menaikkan. Masih ada yang belum sesuai gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, belum dinaikkan, ” katanya.

Mengenai daftar kemajuan UMK  2021 bisa klik  disini.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)