Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Dunia (BPH Migas) menyebut kebakaran tangki di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, di dalam 29 Maret 2021 lulus akan berdampak pada lonjakan impor minyak.

Hal tersebut disampaikan oleh Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (19/04/2021).

Tetapi sayangnya, dia belum bisa menyampaikan berapa besar dampaknya ke lonjakan impor.


“Tentu ada (dampak kebakaran kilang kepada impor), seberapa besar kita belum bisa prediksi sebab perolehan BBM Indonesia tersedia dua sumber, dari pabrik kita dan impor, ” paparnya.

Sediaan BBM untuk masyarakat menurutnya perlu dijaga. Ketika ada masalah pasokan dari pabrik di dalam negeri semacam terjadinya kebakaran beberapa periode lalu, maka mau tidak mau akan ditambah meniti impor.

“Ketika ada masalah distribusi semacam sekarang ini, ada daya terkendala dari kilang, bakal nggak mau impor kudu nambah, ” tuturnya.

Sebagaimana disampaikan Pranata Pusat Statistik (BPS) di rilis data ekspor impor untuk Maret 2021, memasukkan minyak dan gas dunia (migas) Maret 2021 melonjak 74, 74% ( month to month ) menjadi US$ dua, 28 miliar dari US$ 1, 30 miliar di Februari 2021.

Menanggapi data dari BPS tersebut, Ibnu menyebut kalau data tersebut belum bisa merefleksikan kebutuhan dalam setahun. Karena data impor bulanan menurutnya bisa saja terpaut dengan ketersediaan stok.

“Data dari BPS itu naik 74% aku pikir belum merefleksikan kebutuhan BBM dalam setahun karena month to month bisa saja angka itu konglomerasi ketersediaan BBM dalam kurang hari, ” paparnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menengkari jika kebakaran tangki di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021 lalu menjadi pasal dari melonjaknya impor patra dan gas bumi (migas) pada Maret 2021.

“Akibat insiden kebakaran tangki di area Kilang Balongan tidak menimbulkan bunga impor BBM, ” membuka SVP Corporate Communication and Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/04/2021).

Menurutnya, impor BBM tak melonjak karena pasokan BBM bisa dialihkan ke Kilang Cilacap yang kapasitasnya sudah ditingkatkan.

“Karena dapat dialih suplai sebab Kilang Cilacap yang mampu ditingkatkan kapasitas produksinya, ” jelasnya.

Bertambah lanjut dia sampaikan, iklim Kilang Balongan secara berantara sudah mulai operasi.

“Saat ini kilang Balongan sudah bertahap kembali pulih beroperasi, ” tuturnya.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)