Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Kritikan terhadap Bitcoin terus terdengar bersamaan secara pendukungnya. Salah satu dengan mengkritik adalah penulis ‘Black Swan’, Nassim Nicholas Taleb yang menyebutkan mata uang kripto itu hanya gimmick dan memiliki karakteristik sesuai skema Ponzi.

Menurutnya Bitcoin terlalu tak stabil untuk jadi tanda uang yang efektif. Selain itu tidak aman melindungi nilai terhadap inflasi dan keduanya tidak memiliki hubungan apapun.

“Pada dasarnya tidak ada hubungan antara inflasi dan Bitcoin. Tidak ada. Maksud beta, Anda bisa mendapatkan hiperinflasi dan Bitcoin menjadi nihil. Tidak ada hubungannya diantara mereka, ” kata Taleb dikutip CNBC Internasional, Sabtu (24/4/2021).


Menurutnya tidak ada dalih untuk menghubungkan Bitcoin secara sesuatu yang ekonomis.

Tak sampai sana, Taleb juga menyebut karakteristik Bitcoin mirip seperti rancangan Ponzi. Skema tersebut adalah jenis penipuan saat pelaku mencuri uang dari investor dan menutupinya dengan menyalurkan pengembalian pada klien lantaran dana yang diberikan sebab investor baru.

Taleb mengaku tertipu oleh Bitcoin di awalnya. Sebab pernah memperkirakan dapat berkembang menjadi lengah uang yang bisa ditransaksikan.

Namun melihat kenaikan dan penurunan Bitcoin yang tak pasti membuat dia ragu. “Sesuatu dengan bergerak 5% sehari, 20% perbulan, naik atau mendarat tidak bisa menjadi sembarangan uang. Ini sesuatu dengan lain, ” kata tempat.

Tanpa pertolongan pemerintah, dia mengatakan Bitcoin hanya sebagai spekulasi. Mirip seperti permainan dan disebut sebagai mata uang.

Harga Bitcoin sungguh mengalami kenaikan gila-gilaan kaum waktu terakhir. Pada Oktober lalu nilainya masih US$11 ribu namun minggu semrawut menyentuh US$65 ribu.

Tapi Jumat semrawut, Bitcoin juga sempat roboh ke level di lembah US$50 ribu. Diperkirakan penyebabnya adalah rencana Presiden GANDAR Joe Biden menaikkan retribusi capital gain.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)