Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden  menyatakan bahwa pembantaian orang Armenia pada Kekaisaran Ottoman (Kekaisaran Utsmaniyah), pada 1915 lalu sebagai genosida. Hal ini disampaikan pada Sabtu (24/4/2021), memenuhi janji kampanye yang tahu diungkapkannya saat Pilpres GANDAR, melawan pesaingnya dulu, Donald Trump.

“Setiap tahun pada hari ini, kami mengingat kehidupan semua orang yang meninggal pada genosida Armenia era Ottoman dan berkomitmen kembali buat mencegah kekejaman seperti itu terjadi lagi, ” sekapur Biden.

Pernyataan ini cukup mengejutkan, memikirkan presiden AS sebelumnya semacam Barack Obama dan Donald Trump, menolak frase pembunuhan karena dinilai akan merusak hubungan diplomasi Amerika secara Turki.


Merespons penjelasan Biden, Kementerian luar jati Turki memanggil Duta Luhur AS David Satterfield untuk menyatakan ketidaksenangannya, sebab pernyataan Biden itu dinilai sudah menyebabkan ‘luka dalam hubungan yang sulit diperbaiki’.

Mengutip Reuters, berikut fakta yang perlu diketahui mengenai pembantaian Armenia di dalam April 1915.

Pertama , disebutkan bahwa pada tahun 1894-1896 puluhan ribu orang Armenia yang memeluk Kristen dan tinggal di Anatolia Timur yang sekarang menjadi Turki Timur, dibantai oleh Kekaisaran Ottoman, terutama etnis Kurdi.

Sementara, dalam 1896, ribuan lainnya serupa dilaporkan tewas di Konstantinopel, sekarang menjadi Istanbul sudah tentara Armenia berusaha menawan wilayah yang dikuasai Ottoman.

Kemudian, saat Perang Dunia I, Kerajaan Ottoman melawan pasukan Rusia di Anatolia timur, sehingga kondisi itu membuat penuh orang Armenia membentuk golongan partisan untuk membantu tentara Rusia yang menyerang Ottoman.

Puncaknya, di 24 April 1915, Kekaisaran Ottoman menangkap satu persatu warga Armenia dan membinasakan mereka dalam pembersihan etnis.

Lalu pada Mei 1915, komandan Ottoman memulai deportasi massal orang-orang Armenia dari Anatolia timur. Ribuan orang yang dikeluarkan dari wilayahnya pergi ke wilayah selatan menuju Suriah dan Mesopotamia.

Saat itu, saksi tumbuh orang Armenia mengatakan sekitar 1, 5 juta orang tewas dalam pembantaian itu atau meninggal akibat kelaparan dan kelelahan di padang pasir.

NEXT: Turki Membantah