Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Dalam penyediaan vaksin Covid-19 untuk tanah air, pemerintah dikabarkan mewujudkan kerjasama dengan beberapa perusahaan farmasi global selain asal China, Sinovac. Dikabarkan bahwa Indonesia juga akan menggunakan vaksin buatan Pfizer buat mencukupi kebutuhan vaksin Covid-19 nasional.

Menanggapi hal ini, Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero) Rahman Roestan mengatakan untuk memenuhi kebutuhan vaksin masyarakat Indonesia, tidak hanya bisa mengandalkan kepala sumber vaksin dan tetap mendahulukan kemandirian.

Untuk mencapai kemandirian ini Bio Farma sudah bekerja sama dengan konsorsium nasional dan masih membutuhkan waktu. Tengah untuk kecepatan penyediaan vaksin, pasti dibutuhkan partner global yang telah siap uji klinis fase 3 dan memenuhi beberapa parameter lainnya.


“Selain itu, sedang ada beberapa parameter lainnya, misalnya suhu logistik dan distribusinya. Untuk AstraZeneca dan yang lainnya awak masih review kemungkinan kerja samanya, ” kata Rahman dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/11/2020).

Begitu pula dengan kerja sama dengan Pfizer, dia mengatakan potensi kerjasama kudu benar-benar dikaji betul karena tersedia beberapa parameter lain harus dipertimbangkan, bukan hanya kecepatan dan kecukupan. Rahman mengatakan ada pertimbangan kepraktisan di lapangan terutama dalam distribusinya, terutama dengan kondisi geografis Nusantara.

“Harus dipertimbangkan mampu tidaknya secara teknis didistribusikan ke berbagai provinsi kita kan negara kepulauan dan tropis, harus ada penyesuaian yang dilakukan. Jadi dasar kerjasama dengan global partner kudu direview secara komprehensif, ” katanya.

Dalam kesempatan dengan sama, Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan pihaknya siap menerima alternatif pemerintah dalam menentukan vaksin, & mendampingi untuk memastikan mutu, ketenteraman dan efikasi  (kemanjuran).

Selain itu, untuk mendapatkan kerelaan penggunaan darurat vaksin yang digunakan tidak harus dilakukan uji klinis tahap 3 di Indonesia. Bila memang sudah ditinjau oleh otoritas pengawas makanan dan obat dari negara tertentu yang aturannya sesuai dengan Indonesia.

“Misalnya US FDA atau beberapa negeri lain yang sesuai dengan kita bisa diberikan EUA, tidak harus selalu harus uji klinis di Indonesia. Kalau sudah tersedia masukan uji klinisnya tentunya menjadi pelajaran yang digunakan BPOM untuk evaluasi kelayakannya untuk izin penggunanya di Indonesia, ” kata Penny.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Tempat Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ditawari Amerika Serikat (AS) untuk produksi vaksin Covid-19 Pfizer dan Johnson & Johnson di Indonesia.

“Saya berbicara dengan Wakil Presiden AS Mike Pence menyakit vaksin, Pak Honesti Basyir (direktur utama Bio Farma) juga sudah ikut gambar call dengan asisten Kementerian Kesehatan kita minta kerja sama. Mike Pence menawarkan untuk memproduksi Pfizer atau Johnson & Johnson [di Indonesia], ” ujarnya.

“Tetapi saya kira Pak Honesti yang lebih tahu dan Bungkus Honesti punya tugas 10 keadaan ke depan untuk mencari kata sepakat dengan FDA (Food and Drug Administration) AS mengenai produksi vaksin. Jadi nanti ada 2 vaksin dari China dan AS ataupun mungkin tempat lain, ” tambahnya.

(roy/roy)