Jakarta, CNBC Indonesia – Peserta program Kartu Prakerja gelombang enam harus membeli pelatihan pertama menyesatkan lambat hari ini, Jumat (2/10/2020), pukul 23. 59 WIB. Pasalnya, jika peserta tidak membeli pelatihan, status kepesertaannya akan dicabut.

Sesuai peraturan Permenko No. 11 Tahun 2020, setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan baru sejak mendapat SMS pengumuman dari Kartu Prakerja.

“Batas pembelian pelatihan perdana bagi penerima Kartu Prakerja Gelombang 6 adalah tanggal 2 Oktober 2020 pukul 23. 59 WIB, ” tulis Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja melalui akun instagramnya @prakerja. go. id, dikutip Jumat (2/10/2020).


Sebagai informasi, di gelombang 6 lalu, PMO Surat Prakerja menetapkan kuota sebesar 800 ribu peserta.

Untuk diketahui, dari peserta gelombang 1-9 ada 189. 436 atau 3, 46% dari total peserta gelombang 1-9 yang berjumlah 5, 48 juta, dicabut kepesertaannya. Dari pencabutan kepesertaan tersebut, sebanyak Rp 672 miliar telah dikembalikan ke Bon Kas Umum Negara (RKUN).

Kendati demikian, Ketua Awak Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin menjelaskan, pihaknya belum mendapat arahan, apakah anggaran tersebut bakal dipakai untuk mencari peserta terakhir atau tidak.

“Yang ditarik kepesertaannya akan kami laporkan ke komite agar dapat diputuskan, apakah kuota tersebut dijalankan tahun ini atau anggaran dikembalikan ke kas negara, ” jelas Rudy.

Dengan demikian, pemerintah belum bisa memastikan, apakah akan membuka pendaftaran gelombang 11 ataupun tidak.

Pemerintah di tahun ini pun hanya menetapkan 5, 6 juta peserta. Tetapi, belum ada kejelasan dari negeri apakah akan menambah kuota di tahun ini atau tidak.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)